Apakah Najis

Thaharah, 29 Agustus 2026

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, saya ingin bertanya, kamar mandi saja jadi satu dengan bagian kloset namun bagian kloset lebih tinggi sekitar 30 cm, dan bagian tersebut salah ukur sehingga bagian belakang lebih rendah daripada depan, jadi ketika ada kotoran najis di bagian lantai kloset dan disiram airnya akan menggenang di belakang tidak mengalir semua ke depan. Saat itu saya sedang mencuci baju di lantai bawah, dan mengetahui ada najis di lantai kloset bagian atas, ada genangan air di sana, tapi saya tetap mencuci karna saya pikir airnya tidak mengalir, saya lihat bagian pinggir lantai klosetnya seperti basah sampai depan, tapi saya cuekin saja, setelah beberapa hari kemudian saya lihat pinggir lantai kloset itu seperti basah, dan saya pegang ternyata memang basah. Saya jadi kepikiran dengan najis yang kemarin, apakah pakaian yang saya cuci, ember, dan lantai yang sudah dipel jadi najis karenanya? Jika iya bagaimana solusinya karena banyak sekali yang harus disucikan (seluruh rumah)? Apakah jika lantai basah dan ada najis menajiskan seluruh lantai atau hanya bagian yang ada najisnya saja? Terima kasih



-- Hamba Allah (Kab)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wa batrakaatuh.

Kami memahami kekhawatiran anda. Masalah najis sering kali membuat kita waswas dan merasa terbebani.
Dalam fiqih Islam, ada kaidah-kaidah yang memberikan kemudahan agar kita tidak terjebak dalam rasa waswas yang berlebihan (tasyaddud). Secara ringkas : Pakaian, ember, dan lantai rumah Anda TETAP SUCI. anda tidak perlu menyucikan seluruh rumah.
 
Berikut adalah penjelasan detail dan solusinya berdasarkan hukum fiqih:
1). Status Pakaian, Ember, dan Lantai Rumah
  • Semua pakaian yang anda cuci, ember, dan lantai bawah yang sudah dipel statusnya tetap suci dan tidak terkena najis.
  • Najis hanya berpindah jika ada keyakinan kuat (yakin 100%) bahwa air yang bercampur najis tersebut benar-benar mengalir dan menyentuh pakaian atau area cucian anda.
  • Dalam fiqih, hukum asal segala sesuatu adalah suci sampai terbukti secara meyakinkan adanya najis (Al-aslu baqa-u ma kana 'ala ma kana). Basah yang anda lihat di pinggiran lantai belum tentu air najis yang mengalir, bisa jadi itu air bersih dari siraman lain, embun, atau rembesan air bersih.
2. Apakah Lantai Basah Menajiskan Seluruh Lantai?
  • Najis tidak otomatis menyebar ke seluruh lantai hanya karena lantainya basah.
  • Najis hanya berada di titik atau area yang terkena najis itu sendiri (area genangan di belakang kloset).
  • Najis baru berpindah ke tempat lain jika ada aliran air yang membawa sifat najis (warna, bau, atau rasa) ke tempat tersebut. Jika hanya basah karena lembap atau rembesan air yang tidak membawa sifat najis, maka area luar genangan tetap dihukumi suci.
3). Solusi untuk Kamar Mandi Anda
Karena posisi lantai kloset anda salah ukur (miring ke belakang), berikut cara menyucikannya agar tidak membuat anda waswas di kemudian hari:
  • Gunakan spons, kain lap, atau kanebo khusus untuk menyerap genangan air yang bercampur najis di bagian belakang tersebut.
  • Peras spons/kain tersebut langsung ke dalam lubang kloset sampai genangan habis.
  • Siram kembali area tersebut dengan air bersih mengalir.
  • Serap lagi sisa airnya dengan spons hingga area belakang benar-benar bersih dan kering.
  • Jika memungkinkan, lapisi atau semen kembali bagian belakang lantai kloset tersebut agar posisinya menjadi lebih tinggi dari bagian depan, sehingga air bisa mengalir lancar ke pembuangan.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA