/**/

Solusi Was Was

Fiqih Muamalah, 15 September 2026

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb

Saya mempunyai penyakit was - was yang dimana saya sering terucap di lisan saya dan jika saya layani penyakit itu bertambah parah. Apakah boleh jika was - was tersebut terucap dilisan saya cukup beristighfar saja

 



-- Fulan (Palembang)

Jawaban:


Wa'alaikumussalaam warahmatullahui wa barakaatuh.
 
Boleh, anda cukup beristighfar saja jika bisikan was-was tersebut terlanjur terucap di lisan. Bahkan, sikap terbaik untuk menyembuhkan penyakit was-was adalah dengan mengabaikannya secara total dan memohon perlindungan kepada Allah.
 
Was-was adalah gangguan pikiran dari setan yang jika terus dilayani atau dipikirkan akan menjadi semakin parah. Dalam Islam, ada panduan jelas untuk mengatasi kondisi ini :
  • Ketika muncul keraguan atau bisikan, langsung hentikan dan jangan diteruskan. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda untuk segera memohon perlindungan kepada Allah dan menghentikannya ("Falyastanghi billahi wal yantahi").
  • Jika was-was tersebut membuat anda telanjur mengucapkan sesuatu yang mengganggu pikiran, cukup baca Astaghfirullah (istighfar) atau A'udzu billahi minash-shaitanir rajiem (ta'awudz), lalu lupakan.
  • Allah Maha Mengetahui bahwa hati anda menolak bisikan tersebut. Selama itu adalah penyakit was-was (gangguan pikiran), hal tersebut dimaafkan dan tidak dicatat sebagai dosa.
Jika was-was ini sudah sangat mengganggu aktivitas harian anda, mengabaikannya secara medis dan psikologis (seperti terapi perilaku) juga sangat dianjurkan karena was-was yang parah sering kali berkaitan dengan kondisi medis.
 
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, tauifiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam biushshawaab
 
Wassalaamu 'alaikum wrwb.


-- Agung Cahyadi, MA