/**/

Mengenai Isi Doa

Dzikir & Doa, 22 September 2026

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bapak/Ibu Ustadz yang saya hormati,

Saya Mohon Bapak/Ibu Ustadz, berkenan memberikan ijin untuk pengamalan /  Kelayakan isi doa untuk dibaca sebagai doa pribadi, mohon bimbingannya untuk diberikan penjelasan mengenai doa ini

Berikut teksnya Doa nya :

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَشْكُرُكَ عَلَى نِعَمِكَ كُلِّهَا، ظَاهِرِهَا وَبَاطِنِهَا، مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَعَلَى مَا صَرَفْتَ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ وَالسُّوءِ، وَعَلَى مَا رَزَقْتَنِي مِنْ فَضْلِكَ، وَمَا أَصْلَحْتَ لِي مِنْ زَوْجٍ وَذُرِّيَّةٍ وَأَهْلٍ وَوَالِدَيْنِ، وَمَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ.

فَلَكَ الْحَمْدُ وَالشُّكْرُ، وَمِنْكَ وَحْدَكَ كُلُّ نِعْمَةٍ، لَا شَرِيكَ لَكَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا شَاكِرِينَ فِي السَّرَّاءِ، صَابِرِينَ فِي الضَّرَّاءِ، وَأَوْزِعْنَا أَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ وَنُحْسِنَ عِبَادَتَكَ، وَأَتْمِمْ عَلَيْنَا نِعْمَتَكَ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً، وَلَا تَجْعَلْهَا عَلَيْنَا اسْتِدْرَاجًا وَلَا فِتْنَةً، حَتَّى نَلْقَاكَ وَأَنْتَ عَنَّا رَاضٍ، بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Artinya : Ya Allah, bagi-Mulah segala puji, wahai Tuhan semesta alam. Segala puji yang banyak, baik, dan penuh keberkahan. Aku mengakui di hadapan-Mu segala nikmat-Mu yang tercurah kepadaku, dan aku bersyukur kepada-Mu atas seluruh nikmat-Mu, yang tampak maupun yang tersembunyi, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui.

Aku bersyukur kepada-Mu atas segala bala dan keburukan yang telah Engkau jauhkan dariku, atas rezeki yang Engkau limpahkan kepadaku dari karunia-Mu, serta atas kebaikan yang Engkau anugerahkan kepadaku berupa istri, keturunan, keluarga, dan kedua orang tuaku, juga atas segala nikmat yang Engkau karuniakan kepada hamba-hamba-Mu yang beriman.

Maka bagi-Mulah segala puji dan syukur. Dan dari-Mu semata segala nikmat, tiada sekutu bagi-Mu.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur ketika berada dalam kelapangan, dan orang-orang yang bersabar ketika berada dalam kesusahan. Ilhamkanlah kepada kami untuk mensyukuri nikmat-Mu dan mempersembahkan ibadah kami dengan sebaik-baiknya.

Sempurnakanlah atas kami nikmat-Mu, yang tampak maupun yang tersembunyi. Janganlah Engkau jadikan nikmat itu sebagai istidraj bagi kami, dan jangan pula menjadikannya sebagai fitnah bagi kami, hingga kami berjumpa dengan-Mu dalam keadaan Engkau ridha kepada kami, dengan karunia dan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.

Jika ada kata atau susunan yang kurang tepat, mohon diberi perbaikan beserta alasannya, kepada saya yang fakir Ilmu

Jazakumullahu khairan atas waktu dan bimbingannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



-- Rojiq (Nganjuk)

Jawaban:


Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wa barakaatuh.
 
Doa yang anda susun sangat baik, sangat layak diamalkan, dan memiliki makna yang sangat mendalam.
Secara umum, redaksi doa ini sudah benar, fasih (sesuai kaidah bahasa Arab), dan mengandung adab berdoa yang sangat tinggi, yaitu dibuka dengan pujian (tahmid) kepada Allah, pengakuan atas dosa/nikmat, dan permohonan yang tulus.
Kalimat-kalimat di dalamnya juga banyak diserap dari potongan doa dan zikir yang ma'tsur (berasal dari Al-Qur'an dan Hadis Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam).
 
Berikut adalah penjelasan dan sedikit catatan detail perbaikan untuk menyempurnakannya:
1). Analisis dan Sumber Redaksi Doa
Susunan doa anda mengandung mutiara-mutiara dzikir yang shahih:
  • حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ: Ini adalah bacaan iktidal yang sangat dicintai malaikat (HR. Bukhari).
  • أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ: Ini adalah potongan dari Sayyidul Istighfar (HR. Bukhari).
  • أَوْزِعْنَا أَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ: Diambil dari doa Nabi Sulaiman dan arahan Allah dalam Al-Qur'an (QS. An-Naml: 19 & QS. Al-Ahqaf: 15).
  • وَنُحْسِنَ عِبَادَتَكَ: Diambil dari wasiat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Mu'adz bin Jabal (HR. Abu Dawud).
2). Catatan Perbaikan & Saran Redaksi (Opsional)
Secara tata bahasa (nahwu dan sharaf), susunan anda sudah tepat. Namun, ada satu hal yang perlu disesuaikan antara penggunaan kata ganti orang (dhamir) tunggal (saya) dan jamak (kami):
  • Penyelarasan Kata Ganti (Dhamir):
    Pada paragraf pertama, anda menggunakan kata ganti tunggal seperti Abuu'u (Aku mengakui), Asykuruka (Aku bersyukur), Razaqtani (Engkau memberi aku rezeki), dan Ashlahta lii (Engkau memperbaiki untukku).
    Namun, pada paragraf kedua berubah menjadi jamak seperti Ij'alnaa (Jadikanlah kami), Awzi'naa (Ilhamkanlah kepada kami), Atmim 'alaynaa (Sempurnakanlah atas kami), dan Taj'alhaa 'alaynaa (Jangan jadikan atas kami).
  • Rekomendasi: Jika doa ini diniatkan khusus sebagai doa pribadi (sendirian), sebaiknya bagian jamak di paragraf kedua diubah menjadi tunggal agar selaras dari awal sampai akhir.
Berikut adalah perubahan kata jika diubah menjadi tunggal (pribadi):
  • اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا شَاكِرِينَ (Jamak) → اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي شَاكِرًا فِي السَّرَّاءِ، صَابِرًا فِي الضَّرَّاءِ (Tunggal)
  • وَأَوْزِعْنَا (Jamak) → وَأَوْزِعْنِي (Tunggal)
  • وَأَتْمِمْ عَلَيْنَا (Jamak) → وَأَتْمِمْ عَلَيَّ (Tunggal)
  • وَلَا تَجْعَلْهَا عَلَيْنَا (Jamak) → وَلَا تَجْعَلْهَا عَلَيَّ (Tunggal)
  • حَتَّى نَلْقَاكَ وَأَنْتَ عَنَّا رَاضٍ (Jamak) → حَتَّى أَلْقَاكَ وَأَنْتَ عَنِّي رَاضٍ (Tunggal)
Catatan: Jika anda tetap ingin membacanya dalam bentuk jamak (seperti teks asli anda), itu juga tetap sah dan boleh, dengan niat mendoakan diri sendiri beserta keluarga dan seluruh umat Muslim.
 
3). Teks Rekomendasi Akhir (Versi Doa Pribadi / Tunggal)
Berikut adalah teks yang sudah diselaraskan menjadi doa pribadi (tunggal) beserta harakatnya yang presisi:
 
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَشْكُرُكَ عَلَى نِعَمِكَ كُلِّهَا، ظَاهِرِهَا وَبَاطِنِهَا، مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَعَلَى مَا صَرَفْتَ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ وَالسُّوءِ، وَعَلَى مَا رَزَقْتَنِي مِنْ فَضْلِكَ، وَمَا أَصْلَحْتَ لِي مِنْ زَوْجٍ وَذُرِّيَّةٍ وَأَهْلٍ وَوَالِدَيْنِ، وَمَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ. فَلَكَ الْحَمْدُ وَالشُّكْرُ، وَمِنْكَ وَحْدَكَ كُلُّ نِعْمَةٍ، لَا شَرِيكَ لَكَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي شَاكِرًا فِي السَّرَّاءِ، صَابِرًا فِي الضَّرَّاءِ، وَأَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ وَأَنْ أُحْسِنَ عِبَادَتَكَ، وَأَتْمِمْ عَلَيَّ نِعْمَتَكَ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً، وَلَا تَجْعَلْهَا عَلَيَّ اسْتِدْرَاجًا وَلَا فِتْنَةً، حَتَّى أَلْقَاكَ وَأَنْتَ عَنِّي رَاضٍ، بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
 
Artinya yang disesuaikan:
... Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bersyukur ketika berada dalam kelapangan, dan orang yang bersabar ketika berada dalam kesusahan. Ilhamkanlah kepadaku untuk mensyukuri nikmat-Mu dan mempersembahkan ibadahku dengan sebaik-baiknya. Sempurnakanlah atas diriku nikmat-Mu, yang tampak maupun yang tersembunyi. Janganlah Engkau jadikan nikmat itu sebagai istidraj bagiku, dan jangan pula menjadikannya sebagai fitnah bagiku, hingga aku berjumpa dengan-Mu dalam keadaan Engkau ridha kepadaku...
 
Kesimpulan
Tidak ada pertentangan akidah maupun kesalahan makna di dalamnya. Doa ini sangat indah karena fokus pada rasa syukur dan perlindungan dari istidraj (kenikmatan yang melalaikan).
 
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab.
 
Wassalaamu 'alaikum wrwb.


-- Agung Cahyadi, MA