Pertanyaan:
Apakah shahih bacanya itidal berikut ?
Rabbanaa wa lakal hamdu, hamdan katsīran thayyiban mubārakan fīhi mubārakan 'alaihi kamā yuhibbu Rabbunā wa yardhā. Dan ada seorang kontes kreatif bilang keutamaan dicatat 37.000 malaikat ?
--
Henki (Muara Teweh )
Jawaban:
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
Ya, bacaan I'tidal tersebut shahih dan berasal dari hadits riwayat Imam Bukhari. Namun, ada dua catatan penting terkait redaksi lafal dan jumlah malaikat yang perlu diluruskan agar sesuai dengan riwayat yang asli :
1). Koreksi Redaksi Bacaan
Bacaan yang tepat dan sesuai dengan hadits shahih Bukhari No. 799 adalah berhenti pada kata "fīhi":
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
"Rabbanaa wa lakal hamdu, hamdan katsīran thayyiban mubārakan fīhi."
("Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah.")
Tambahan kalimat “mubārakan 'alaihi kamā yuhibbu Rabbunā wa yardhā” sebenarnya merupakan bagian dari bacaan doa yang lain (seperti doa setelah makan atau doa dalam khutbah/iftitah), bukan bagian asli dari hadits i'tidal ini. Meskipun maknanya baik, untuk i'tidal lebih utama mencukupkan diri pada kalimat yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
2). Jumlah Malaikat yang Mencatat
Klaim dari pembuat konten kreatif tersebut kurang akurat mengenai jumlahnya. Di dalam teks hadits aslinya, jumlah malaikat yang berebut bukan 37.000, melainkan 30 lebih (tiga puluh sekian) malaikat.
Hadits ini menceritakan seorang sahabat yang spontan membaca pujian tersebut saat i'tidal di belakang Rasulullah shallallahui 'alaihi wa sallam Setelah shalat selesai, Rasulullah bertanya siapa yang membacanya dan bersabda : "Aku melihat ada 30-an malaikat berlomba-lomba, siapakah di antara mereka yang lebih duluan mencatat amalannya.
Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, tauifiq dan ridho-Nya. Wallahui a'lam bishshawaab.
Wassalaamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA