/**/

Mandi Saat Haid

Thaharah, 25 September 2026

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz saya ingin bertanya, bagaimana seharusnya cara mandi saat haid, karena darah terus mengalir dan najis tersebar di kamar mandi? Sekian terima kasih



-- Hamba Allah (Sebuah Tempat)

Jawaban:


Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wa barakaatuh.
 
Saat anda masih berada dalam masa menstruasi, anda tidak diwajibkan dan belum sah untuk melakukan mandi wajib (mandi besar). Mandi wajib baru boleh dan wajib dilakukan setelah darah haidh benar-benar telah berhenti (suci).
 
Namun, jika maksud anda adalah mandi biasa untuk membersihkan badan (menyegarkan diri) saat sedang haidh, hukumnya mencegah najis tersebar adalah hal yang utama.
 
Berikut adalah tata cara mandi biasa saat haidh agar tetap bersih dan najis tidak tercecer:
Tata Cara Mandi Biasa Saat Haidh
  • Sebelum menyiram seluruh badan, bersihkan (istinja) darah haidh yang ada pada kemaluan menggunakan air mengalir sampai bersih.
  • Anda bisa menggunakan sabun untuk memastikan area sekitar kemaluan bersih dari sisa darah.
  • Jika ada darah yang menetes ke lantai kamar mandi, langsung siram area tersebut dengan air yang mengalir sampai warna, bau, dan wujud darahnya hilang agar lantai kembali suci.
  • Setelah mengeringkan badan dengan handuk, segera pasang pembalut baru agar darah yang terus mengalir tidak menetes ke lantai luar kamar mandi atau pakaian anda.
Catatan Penting Mengenai Mandi Wajib
  • Mandi wajib dilakukan hanya setelah haidh berhenti. Tanda haidh berhenti adalah keluarnya cairan putih jernih (fashshul baydha) atau kondisi sudah kering sama sekali (tufuf) saat dicek dengan kapas.
  • Jika anda mandi wajib saat darah masih mengalir, mandi tersebut tidak sah untuk menghilangkan hadats besar.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya. Wallahu a'lam bishshawaab.

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA