/**/

Bermain Di Lapangan

Fiqih Muamalah, 18 Oktober 2026

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz, izin bertanya. Saya seorang pelajar yang setiap pekan saya berolahraga di lapangan sekolah. saya sering bermain bola di lapangan itu. Namun, di samping lapangan itu sering dilewati oleh siswa siswi sekolah yang banyak diantara mereka tak menutup aurat dengan sempurna. terutama saat jam istirahat. pertanyaan saya 

1) apa hukum bermain bola di lapangan itu? sedangkan Saya sering kali gagal dalam menjaga pandangan, namun saya akan berusaha untuk menjaga pandangan saya 

2) apakah ada batasan dimana saya wajib meninggalkan permainan itu?



-- Tarazka R (Mataram)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh.
 
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga keimanan anda, memberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, serta menguatkan hati anda untuk terus istiqamah di jalan-Nya.  
Berikut adalah penjelasan fikih mengenai pertanyaan yang anda ajukan:
1). Hukum asal bermain bola adalah mubah (boleh) selama tidak melanggar syariat seperti meninggalkan shalat atau membuka aurat sendiri. Namun, keberadaan orang yang membuka aurat di sekitar lapangan mengubah kondisi hukumnya menjadi rinci:
  • Jika anda mampu mengendalikan pandangan (ketika tidak sengaja melihat, langsung memalingkan pandangan) dan fokus pada permainan, maka aktivitas bermain bola tersebut tetap diperbolehkan. Pandangan pertama yang tidak sengaja (ketika mereka melintas) dimaafkan oleh syariat.
  • Jika anda menyadari atau sering kali gagal menjaga pandangan (menatap dengan sengaja atau menikmati pandangan tersebut), maka keberadaan anda di tempat itu menjadi haram. Hal ini karena anda sengaja menempatkan diri dalam situasi fitnah yang memicu terjadinya dosa (melihat aurat bukan mahram).
2). Anda wajib meninggalkan permainan dan lapangan tersebut apabila berada dalam kondisi berikut:
  • Ketika anda melihat mereka dan hati anda mulai merasa condong, muncul bisikan syahwat, atau pikiran-pikiran yang tidak baik.
  • Jika fokus anda saat bermain bola sudah terpecah, di mana anda lebih sering atau sengaja mengarahkan pandangan ke arah siswi-siswi yang lewat ketimbang fokus pada jalannya bola.
  • Karena anda menyebutkan kondisi paling parah terjadi saat jam istirahat, maka pada waktu-waktu krusial tersebut anda wajib menghindari lapangan karena tingkat fitnah/godaan pandangan sudah sangat tinggi dan sulit dihindari.
 Saran dan Solusi untuk Anda
  • Cobalah berolahraga di waktu yang sepi dari lalu lalang siswi, misalnya sepulang sekolah ketika koridor sudah mulai kosong, atau pagi hari sebelum jam masuk.
  • Jika memungkinkan, bermainlah di lapangan luar sekolah khusus laki-laki agar olahraga anda menjadi sarana refreshing yang sehat tanpa beban dosa pandangan.
  • Jadikan momentum ini untuk mengajak teman-teman saling mengingatkan ("Ayo fokus ke bola saja, jangan lihat ke samping").

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya, Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA