/**/
Saya seorang istri yang berselingkuh dengan suami orang. pertamanya suami orang tersebut yang menyatakan cinta, saya cinta tapi membalas dengan tidak bisa tidak berani akan tetapi si pria ini gigih dan akhirnya saya kecantol juga hingga singkat cerita perbuatan zina terjadi stlh 3 tahun menjalin. saya sangat menyesal akan perbuatan itu, dan takut nmengulanginya tapi perasaan saya terhadap pria itu tetap cinta. setelah tejadi zina itu saya minta pertanggungjawaban karena saya melakukan itu karena ada arah pernikahan. akan tetapi ternyata dia lebih memilih keluarganya setelah saya menuntut tanggungjawab .dia meniggalkan saya tapi dia menawarkan kita tetap bersama tapi tidak ada arah apa2. saya merasa saakiit hati sekali atas perlakuan dia ke saya ..sy mau berbuat itu karena ada arah ke pernikahan yang ternyata tidak. sakit hati y ang kedua karena dia benarbenar ingin menyingkirkan saya dari hidupnya. sakit hati ketiga bisab isanya dia menawarkan bisa tetap bersama tapi tidak ada arah jadi dia bisa akses diri saya tapi tidak ada tuntutan . tetap menjadikan saya selingkuhan yang tanpa tuntutan. lakilaki macam apa dia bisa seperti itu.
saking sakit hatinya saya ingin dia membayar semua perbuatannya dengan mendoakan yang buruk. pertanyaan saya
1. apa yang harus saya lakukan dengan diri saya. saya sudah bertobat tapi tetap di hati saya ada dia walaupun saya sudah diperlakukan dengan tidak baik
2. suami saya tidak tau kalau saya sdh berbuat zina , apakah saya harus jujur memberitahunya?
3. Apakah saya salah klo saya mendoakan pria itu karena sudah zolim sama diri saya . saya berpikir dia sudah dolim terhadap hidup saya karena mendekati saya dan menyentuh2 saya puncaknya 1 kali zina dan saya langsung kapok karena takut dosa.
4. Saya harus bagaimana dengan diri saya. setelah kejadian itu saya tidak punya hasrat terhadap suami saya. saya tetap kepikiran dan berhasrat terhadapa lakilaki itu.
5. apakah pisah merupakan jalan solusi untuk saya ?
6. saya punya rasa ketakutan dan cemburu terhadap selingkuhan saya takut dia mencari wanita lain walaupun saya sudah diabaikan
7. saya benar benar dendam atas perbuatan dia terhadap hidup saya sehingga menjadi sperti ini. sampai saat ini saya masih sering bertemu karena 1 pekerjaan . dia sudah cuek karena mungkin dia sudah tidak bisa jamah2 saya seperti dl saat sblm terjadi zina. saya merasa harus menjaga harga diri saya maka saya tidak mau dijamah lg .
saya kepikiran untuk cerai dengan suami untuk menjaga harga diri suami apakah itu pikiran yang benar atau salah?
Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
Anda adalah seorang istri yang telah berselingkuh dengan suami orang lain. Perselingkuhan tersebut bermula dari rayuan seorang laki-laki yang akhirnya membawa Anda pada perbuatan zina. Setelah perzinaan itu terjadi, Anda menyesal, terlebih setelah laki-laki tersebut mencampakkan Anda. Anda merasa menjadi korban bujuk rayu dan janji palsunya yang katanya akan menikahi Anda.
Menghadapi situasi seperti ini, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan:
1. Terimalah dengan lapang dada bahwa Anda telah melakukan kesalahan besar.
Sadarilah bahwa perbuatan tersebut terjadi karena Anda memberikan kesempatan kepada laki-laki itu untuk mendekati dan menjamah tubuh Anda. Seandainya Anda tidak memberikan kesempatan, tentu dia tidak akan bisa berbuat apa-apa terhadap diri Anda.
Memang laki-laki tersebut telah berbuat jahat kepada Anda. Ia telah merayu, membujuk, dan memberikan janji-janji palsu. Namun, Anda juga memiliki andil dan tanggung jawab atas kesalahan yang terjadi. Tidak ada gunanya terus-menerus menyalahkan laki-laki tersebut, karena hal itu tidak akan mengubah apa yang telah terjadi dan tidak akan menghapus kesalahan Anda.
Nasi telah menjadi bubur. Yang tersisa sekarang adalah penyesalan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
2. Fokuslah memperbaiki diri dan rumah tangga Anda.
Sekarang saatnya Anda memusatkan perhatian untuk memperbaiki diri melalui taubat dan membangun kembali hubungan yang baik dengan suami yang sah.
Abaikan segala rayuan dan godaan setan yang membuat Anda sulit melupakan laki-laki tersebut. Sadarilah bahwa cinta Anda kepada laki-laki itu hanyalah cinta yang didasari nafsu, bukan cinta yang suci.
Cinta yang benar harus ditempatkan pada orang dan jalan yang benar. Cinta yang didasari nafsu hanya akan membakar gairah dan menjauhkan seseorang dari ketaatan kepada Allah menuju kemaksiatan. Karena itu, jangan biarkan perasaan kepada laki-laki tersebut menghancurkan rumah tangga yang telah Anda bangun bersama suami yang sah.
3. Mulailah bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubatan nasuha).
Penyesalan Anda karena telah melakukan perbuatan nista tersebut merupakan modal penting untuk memulai taubat yang benar dan sungguh-sungguh. Berikut beberapa langkah taubat nasuha dari perbuatan perselingkuhan dan zina:
a. Menyesali perbuatan dosa.
Penyesalan yang sungguh-sungguh muncul karena kesadaran bahwa perbuatan dosa akan mendatangkan akibat buruk, baik di dunia maupun di akhirat. Di akhirat, pelakunya terancam mendapatkan azab Allah jika tidak mendapatkan ampunan-Nya.
Renungkan pula akibat buruk yang mungkin timbul di dunia. Betapa besar rasa malu yang akan Anda dan keluarga rasakan jika perselingkuhan tersebut diketahui orang lain. Betapa rusaknya kepercayaan suami dan citra baik yang selama ini melekat pada diri Anda. Belum lagi jika Anda dianggap sebagai orang yang merusak rumah tangga orang lain.
Jadikan semua itu sebagai pelajaran agar Anda tidak pernah lagi mengulangi perbuatan yang sama.
b. Meninggalkan dan menjauhkan diri dari segala bentuk kemaksiatan.
Tinggalkan perselingkuhan dan zina sebagaimana seseorang melepaskan pakaian yang kotor dari tubuhnya. Jangan lagi mendekati perbuatan maksiat maupun segala hal yang dapat mengantarkan Anda kembali kepadanya.
Jauhilah laki-laki tersebut sejauh-jauhnya. Putuskan seluruh komunikasi dan hubungan dengannya. Hapus nomor telepon, blokir akun media sosial, dan singkirkan segala sesuatu yang dapat mengingatkan Anda kepadanya.
Jika diperlukan, pindah tempat kerja atau tempat tinggal agar tidak lagi berdekatan dengan sumber kemaksiatan tersebut, maka lakukanlah sepanjang memungkinkan.
c. Bertekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa.
Tanamkan tekad yang kuat untuk tidak lagi berselingkuh dan berzina. Gantilah perasaan cinta kepada laki-laki lain dengan berusaha menumbuhkan kembali cinta kepada suami yang sah.
Ingatlah bahwa kemaksiatan sering kali terasa menyenangkan karena mengikuti dorongan nafsu dan syahwat. Sementara itu, kebaikan menuntut kesungguhan untuk menaati syariat Allah, meskipun terkadang harus melawan keinginan hawa nafsu.
Agar tekad untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut semakin kuat, perbanyaklah mempelajari bahaya perselingkuhan dan zina serta keutamaan menjaga kesetiaan kepada pasangan yang sah.
4. Tidak perlu menceritakan dosa tersebut kepada suami.
Anda tidak perlu menceritakan perselingkuhan dan perzinaan yang telah terjadi kepada suami, selama perbuatan tersebut telah berhenti, Anda telah sungguh-sungguh bertaubat, dan tidak ada hak suami atau orang lain yang masih terabaikan akibat perbuatan tersebut.
Dosa yang telah ditutupi oleh Allah tidak perlu diumbar dan diceritakan kepada orang lain. Jangan sampai Anda justru membuka aib sendiri yang telah Allah tutupi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ، فَيَقُولَ: يَا فُلَانُ، عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ.
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap umatku akan mendapatkan ampunan, kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa (mujahirin). Termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang yang melakukan perbuatan dosa pada malam hari, kemudian pada pagi harinya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, ia justru berkata, 'Wahai Fulan, tadi malam aku telah melakukan ini dan itu.' Padahal pada malam harinya Allah telah menutupi perbuatannya, tetapi pada pagi harinya ia justru membuka sendiri apa yang telah ditutupi oleh Allah." (HR. Bukhari).
Karena itu, jagalah aib yang telah Allah tutupi. Namun, jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk mengabaikan hak suami, menutupi risiko kesehatan yang mungkin berdampak kepadanya, atau terus melakukan kebohongan yang merugikan dirinya.
5. Jangan menjadikan perceraian sebagai solusi dari masalah ini.
Jauhkan pikiran untuk bercerai sebagai jalan keluar dari persoalan yang sedang Anda hadapi. Memperbaiki rumah tangga yang telah dibangun jauh lebih baik daripada menghancurkannya karena kesalahan perselingkuhan.
Jangan sampai Anda justru meninggalkan suami yang sah demi laki-laki yang telah menjerumuskan Anda ke dalam kemaksiatan. Apalagi, laki-laki tersebut telah mencampakkan Anda setelah mendapatkan apa yang diinginkannya.
Ingatlah bahwa salah satu keberhasilan terbesar setan dalam menggoda manusia adalah ketika ia berhasil memisahkan suami dan istri. Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فَيَقُولُ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا، قَالَ: ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ.
Artinya: "Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut), kemudian ia mengutus bala tentaranya. Yang paling dekat kedudukannya dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, 'Aku telah melakukan begini dan begitu.' Iblis berkata, 'Engkau sama sekali belum melakukan apa-apa.' Kemudian datang yang lain dan berkata, 'Aku tidak meninggalkannya hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya.' Maka Iblis pun mendekatkannya dan berkata, 'Engkau hebat.'" (HR. Muslim).
Karena itu, jangan biarkan setan berhasil menghancurkan rumah tangga Anda. Berusahalah memperbaiki hubungan dengan suami, membangun kembali kepercayaan, dan menjalani kehidupan rumah tangga dengan lebih baik.
Ingatlah bahwa pintu taubat Allah selalu terbuka bagi hamba-Nya yang benar-benar ingin kembali kepada-Nya. Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Jadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran untuk menjadi istri yang lebih baik, lebih setia, dan lebih taat kepada Allah.
Demikian yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan Allah menerima taubat Anda serta membimbing Anda untuk memperbaiki rumah tangga.
Wallahu a'lam bishowab. (as)