Membersihkan Pakaian Yang Terkena Air Kencing

Thaharah, 30 Juni 2009

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb.

Ustad, saya ada beberapa pertanyaan.

1. Saya ada masalah dengan saluran kencing saya. Sehingga air kencing sering keluar sendiri walaupun sedikit tanpa diduga sebelumnya. Sehingga saya sering ganti pakaian karena terkena najis air kencing. Pertanyaanya, bagaimana cara membersihkan najis air kencing pada pakaian tersebut ustad?

2. Lalu kalau misal pakaian yang terkena najis air kencing tersebut saya biarkan kering, lalu dimasukkan ke dalam rendaman cucian bersama pakaian yang lainnya, apakah pakaian yang lain juga terkena najis? Karena setahu saya, air yang kurang dari dua kullah jika kemasukan najis, hukumnya jadi najis seluruhnya.

3. Lalu bagaimana jika pakaian yang terkena najis tadi saya biarkan kering, lalu dimasukkan ke mesin cuci? Apakah pakaian yang lain juga ikut najis?

Karena saya sering merasa was-was dengan kesucian pakaian saya ketika hendak mencuci pakaian karena telah terkena najis air kencing. Sekian dan terimakasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr wb.


-- Hernawan (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

1. Masalah yang anda keluhkan tersebut, secara hukum insya Allah disamakan dengan seseorang yang beser atau wanita yang mengeluarkan darah istihadhah;  Seyogyanya anda memakai alat penahan (semacam pembalut) yang bisa menjamin bila air kencing keluar, tidak sampai mengenai celana anda, tetapi bisa tertahan di alat penahan terebut, sehingga anda tidak harus  sering ganti celana. Dan untuk bersucinya adalah sebagai berikut ; Bersucilah ketika sudah masuk waktu shalat, mulailah dengan membersihkan kelamin anda dan pakailah alat penahan yang telah anda siapkan, kemudian berwudhulah sesuai dengan aturannya, ketika hal tersebut sudah anda lakukan, kemudian anda shalat dan ditengah-tengah shalat anda mengeluarkan air kencing dengan tidak sengaja, maka tidak dianggap membatalkan wudhu, tetapi wudhu anda akan dianggap batal dengan habis/keluarnya waktu shalat. Lakukankah seperti itu setiap kali masuk waktu shalat dan mau mengerjakan shalat.

2. Untuk celana yang terkena najis, tentunya harus dibersihkan dengan mencucinya dengan air, dan kalaupun dalam mencucinya dicampur dengan pakaian yang lain, maka najisnya tidak akan menyebabkan najisnya pakaian lain, apabila setelah dicuci bersama yang lainnya kemudian dibilas/dicuci lagi dengan air lain yang suci. Namun akan lebih baik sebetulnya apabila sebelum dicampur dengan pakaian lain, celana yang terkena najis tersebut dibersihkan najisnya terlebih dahulu dengan menyiramnya dengan satu atau dua gayung air bersih, baru kemudian dicuci bersama dengan pakaian yang lainnya.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.



-- Agung Cahyadi, MA