Indera Keenam

Aqidah, 12 Mei 2008

Pertanyaan:

Ustadz, beberapa kali saya membaca tentang adanya orang-orang yang katanya memiliki kelebihan atau mendapat anugerah indera keenam. Orang-orang tersebut katanya sering mendapat firasat atau mimpi mengenai sesuatu yang akan terjadi. Apakah yang demikian ini benar menurut Islam dan bisa dipercaya? Terima kasih atas penjelasan Ustadz.



-- Ahmad Taufik (Surabaya)

Jawaban:

Islam datang untuk melindungi manusia dari segala bentuk kebatilan, yang diantaranya ialah kebatilan yang dikembangkan oleh orang-orang jahiliyah berupa khurofat dan khayalan yang sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam.

Diantara praktek khurofat dan khayalan itu adalah praktik penyingkapan hal-hal yang ghaib, baik dengan cara ramalan bintang atau melihat garis telapak tangan, atau berhubungan dengan jin, atau melalui firasat atau mimpi atau dengan mengaku memiliki indera keenam atau cara-cara lain dari berbagai kebatilan jahiliyah.

Percaya dengan khurofat semacam itu haram hukumnya dalam Islam, karena ilmu tentang yang ghaib adalah hak Allah, sebagaimana tersebut dalam Al-Qur'an, diantaranya QS Al-An'am ayat 65 yang artinya: ”Katakanlah : ’Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib, kecuali Allah.” Juga firman-Nya dalam QS Al-Jin ayat 26-27 yang artinya : ”(Dia adalah Allah) Yang Mengetahui Yang Ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya.”

Berdasarkan ayat-ayat tersebut, jika ada seseorang yang bukan rasul mengaku bisa menebak apa yang akan terjadi hari esok atau mengaku punya indera keenam yang dengannya ia dapat mengetaui sesuatu yang ghaib, maka pengakuannya tersebut termasuk jenis kekufuran dan mempercayainyai serta membenarkannya adalah sebuah kesesatan yang diharamkan dalam Islam.

Semoga Allah berkenan membimbing kita semua kejalan yang diridhoi-Nya dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesesatan. Allahumma amin.



-- Agung Cahyadi, MA