Wa'alaikumussalam wr wb.
Allah swt melalui Al Qur'an telah menjelaskan kepada kita, bahwa waliyullah itu adalah orang yang beriman dan bertaqwa (QS. 10 : 62-63 ), yang diantara kriterianya tentunya ialah mereka yang mentaati Allah, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Dan karenanya, apabila ada seseorang yang sering meninggalkan kewajibannya untuk shalat - sebagai salah satu tanda ketaatannya kepada Allah -, maka dapat dipastikan bahwa ia bukan waliyullah, karena dengan demikian akan tidak sesuai dengan definisi waliyullah sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya.
Dan sebetulnya kalau Anda tidak pergi, bahkan bisa nenasehati - dengan cara yang baik - tamu keluarga tersebut pada saat melakukan kesalahan, seperti ketika tidak shalat, maka itu akan lebih baik bagi Anda, karena kewajiban setiap muslim itu mengingkari sebuah kemungkaran yang dilihatnya.
Tetapi apabila kepergian Anda untuk sementara dari rumah tersebut, demi untuk menghindari kemungkaran yang Anda tidak mampu mengingkarinya, dan Anda sudah minta izin dengan baik-baik kepada keluarga, dan seyogyanya Anda juga tetap memberikan informasi tentang kondisi Anda, insya Allah hal tersebut tidak termasuk "lari dari ujian", bahkan itulah yang semestinya Anda lakukan, dan karenanya bila tamu keluarga tersebut telah pergi, seyogyanya anda cepat pulang dan minta maaf kepada keluarga.
Wallahu a'lam bishawab, semoga Allah senantiasa berkenan membimbing kita semua ke jalan yang diridhai-Nya.
Wassalamu 'alaikum wr wb.