Masalah Buang Angin Dan Hadast Kecil Lainnya

Thaharah, 16 November 2010

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr. wb.
Saya ingin bertanya lagi.

1. Manakah yang lebih baik dilakukan bila dalam sholat ada keinginan buang angin yang nyata (insya Allah bukan gangguan setan), apakah :
a. menahan sekuat tenaga
b. membiarkan Allah berkehendak. Jika Allah berkehendak kita tidak buang angin maka diteruskan. Jika Allah berkehendak kita buang angin, maka kita berwudu kembali.

2. Disebutkan dari hasil ijtihad 'ulama bahwa ragu-ragu itu tidak merubah hukum. Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan jika keyakinan bahwa kita sudah buang angin baru muncul saat kita sudah selesai sholat? Misalnya kita yakin karena membandingkan kejadian buang angin yang mirip saat di luar sholat.

3. Jika sudah batal dan misalnya kita di barisan depan yang di belakangnya banyak jama'ah, bagaimana cara kita untuk segera berwudhu? Apakah dalam hal ini dibolehkan melewati orang yang sedang sholat?

4. Biasanya saat-saat di mana saya sering buang angin adalah saat setelah mandi (biasanya setelah itu sholat fardhu) dan saat dhuhur. Mohon tips agar tidak sering buang angin.

5. Saya juga bermasalah dengan alat kemaluan. Kadangkala seperti keluar kencing tetapi setelah saya periksa tidak ada bau. Tapi saya masih belum begitu yakin tentang masalah ini karena mungkin saja bau itu hilang. Dan biasanya sering terjadi saat akan dan sedang sholat. Bagaimana solusinya?

Terima kasih atas solusinya. Mudah-mudahan kita semua selalu diberikan rahmat, petunjuk, ampunan, dan lindungan Allah SWT.



-- Faisal Ardhy (Cilacap)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr wb.

1.Apabila itu terjadi di awal shalat, akan lebih baik dibatalkan saja, agar tidak mengurangi kekhusyu'an shalat, tetapi apabila terjadi di akhir shalat, dan bisa ditahan, maka akan lebih baik untuk ditahan.

2. Apabila anda yakin batal, maka mestinya mengulang shalat, karena shalat tidak sah dalam keadaan batal.

3. Larangan untuk lewat didepan orang shalat itu khusus didepan orang yang shalat sendiri  dan di depan seorang imam. Oleh karena itu apabila anda batal saat berjama'ah dan anda berada ditengah jama'ah, maka anda boleh lewat di depan jama'ah untuk mengambil wudhu baru agar tetap bisa mengikuti jama'ah shalat.

4. Jangan pernah menahan untuk buang air besar ketika mau shalat, agar tidak terganggu dengan menahan angin, atau kalau memang itu senantiasa anda alami, sebaiknya anda konsultasi ke dokter.

5. Ikuti sunnah Rasulullah saw dengan memercikkan air ke celana setiap habis buang air kecil, agar ketika ada keraguan seakan keluar air seni setelah kencing, maka pastikan dan yakini bahwa yang basah itu adalah percikan air suci.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

-- Agung Cahyadi, MA