Talak Tiga Ingin Rujuk Lagi Bagaimana Caranya?

Pernikahan & Keluarga, 11 Maret 2011

Pertanyaan:

Pada bulan mei 2010 rumah tangga kami tertimpa masalah, yang berakibat saya menceraikan istri secara tegas.

Kini saya dan istri ingin rujuk kembali dan saya kapok tidak akan lagi mengulangi keburukan sikap saya kepadanya. Namun menurut ustadz dan teman saya yang paham agama dan dalil ulama yang sudah saya baca, trnyata dari tiga persediaan talak yang saya miliki, sejak bulan Juni 2010 saya yakin semuanya sudah habis diobral. Jadi sudah tidak ada harapan bagi saya untuk berhak merujuk lagi. Istri mau tak mau harus menikah dengan orang lain dulu dan -mungkin- apabila suami yang baru berkenan untuk menceraikannya maka saya boleh menikahi mantan istri saya lagi. Dalam hal ini saya sudah pasrah, mengikhlashkan dan tidak ingin terjerumus dalam perbuatan muhallil dan muhalal lahu dengan ikut merekayasa, merencanakan dengan mengatur buat kesepakatan dsb kepada mantan istri maupun calon suami baru tsb.

Istri saya tidak siap menerima dan mengikhlashkan apabila harus seperti ini. Dia masih berharap kuat agar kelak kami kembali dapat bersatu lagi. Dia hanya ingin bersuamikan saya dunia sampai akhirat.

Pertanyaan saya, apakah boleh bila dia suka rela merencanakan sendiri nanti akan mencari suami baru dan menikah, kemudian setelah menempuh hidup berumah tangga sampai berhubungan intim dia akan meminta suami barunya agar mau menceraikannya, sehingga waktu yang dijalani bersama suami baru itu hanya beberapa hari saja. Kemudian mantan istri saya melewati hari – hari sampai habis masa iddah. Dan mengajak saya untuk menikahi dia lagi. Bolehkah saya kembali menjadi suaminya lagi. Demikian pak ustadz agar kami tidak menyalahi aturan lagi dan dapat menerima jawaban dengan sepenuh hati.



-- Abdullah Tsabit (Jakarta)

Jawaban:

Assalamu 'alaikum wrwb.

Apa yang di sampaikan ustadz dan teman anda serta  buku ulama' yang anda baca tersebut adalah benar adanya, bahwa seorang yang sudah menceraikan istrinya 3 kali ( thalaq bain kubro ), tidak lagi boleh menikahi mantan istrinya, kecuali wanita mantan istrinya tersebut menikah dengan laki-laki lain kemudian diceraikan oleh suami barunya setelah pernah berhubungan suami istri, dan perceraian tersebut sah secara syar'i tanpa adanya unsur rekayasa. Merekayasa dalam masalah tersebut termasuk dosa yang pelakunya dilaknat oleh Allah (muhallil dan muhallal lahu).

Dan apabila apa yang direncanakan oleh mantan istri anda  tersebut benar (dengan merencakan untuk menikah dengan laki-laki kemudian merencanakan untuk minta cerai setelah berhubungan dengan suami barunya) dengan maksud agar dapat menikah kembali dengan anda, maka hal tersebut bisa termasuk merekayasa hukum yang haram hukumnya dalam Islam, karena pernikahan dalam Islam harus dengan niat untuk selamanya, karenanya menikah dengan merencanakan untuk bercerai hukumnya sama dengan nikah kontrak atau nikah mut'ah yang telah diharamkan oleh Rasulullah saw sampai hari kiamat nanti.

Wallah a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum wrwb.

-- Agung Cahyadi, MA