Pertanyaan:
Assalamu Alaikum Wr, Wb.
Buat pak ustaz yg budiman. Sekarang saya sedang mengalami masalah dengan rumah tangga saya. Perkawinan saya baru saja berumur 8 bulan. Sebelum menikah kami melakukan pacaran jarak jauh sekitar selama 2 tahun. Setelah menikah istri saya sering kali berbuat kasar dan mengeluarkan perkataan kasar. Dia menganggap saya bukanlah suami yg baik. Saya akui memang saya pernah berbuat dosa besar sebelum menikah. Tapi saya sudah bertobat dan berubah, apalagi tujuan saya menikah adalah beribadah. Tapi istri saya seperti tidak bisa menerimanya dan sering sekali mencari2 masalah. Saya pun sekarang cape sekali karena terus-terusan bertikai. Salah sedikit saja istri saya bisa marah besar. Sekarang dia meminta cerai. Sedikit latar belakang istri saya, dia berasal dari keluarga yg broken home, masa kecilnya kurang sekali kasih sayang dari orang tuanya. Sekarang saya bingung harus berbuat apa, menuruti kemauan dia untuk bercerai. Saya sudah mecoba sabar untuk membimbingnya, tadi dia tidak pernah menghiraukan perkataan saya. Bahkan ibunya pun tidak bisa menasehatinya. Wataknya sangat keras sekali. Apa yg saya harus lakukan karena saya pun sudah sangat capai dan menjadi tekanan batin.
--
Sudomo (Jakarta)
Jawaban:
Wa'alaikumussalam wrwb.
Salah satu tujuan pernikahan ialah untuk mencari kedamaian ( QS.30:21 ), karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri dapat mengatur dan mengelola rumah tangganya dengan baik.
Dan untuk kasus keluarga anda sebagaimana yang anda sampaikan, kami tetap berharap anda berusaha lagi untuk mencarai solusi terbaik bagi kedamaian rumah tangga anda.
Namun nantinya setelah usaha anda yang optimal termasuk dengan mengkomunikasikan kondisi istri anda kepada mertua dan keluarga istri yang lain tidak lagi bisa diharapkan akan memberikan solusi bagi kedamaian keluarga, maka jalan terakhir memang dengan terpaksa anda bisa saja memenuhi permintaan istri untuk menjatuhkan talaq, semoga itu justru akan memberikan solusi terbaik bagi kebaikan anda dan istri anda.
Wallahu a'lam bishshawab.
Wassalamu 'alaikum wrwb.
--
Agung Cahyadi, MA