Bagaimana Hukumnya Mendoakan Keluarga Meninggal Tetapi Selama Hidup Tidah Sholat? Disisi Lain Sifat&

Dzikir & Doa, 1 Mei 2012

Pertanyaan:

assalamu'alaikum wr wb

saya adalah seorang wanita berusia 22 tahun. keluarga saya adalah keluarga broken home. sejak kecil saya diasuh oleh kakek nenek. saya merasa lebih dekat dengan kakek nenek daripada orang tua (mungkin karena sejak kecil sudah hidup bersama). saya sangat sedih ketika kakek meninggal 3tahun yang lalu...kakek saya adalah seorang abdi keraton surakarta yang lekat dengan budaya mistis. beliau islam namun hanya sebatas di KTP saja. belum pernah saya jumpai beliau menjalankan syariat islam seperti sholat,zakat,puasa dll. saya menyaksikan sakaratul maut kakek yang sepertinya begtu menyakitkan. saya sangat sedih ustadz...
selama hidup memang kakek sangat susah diajarkan ilmu agama islam,,saking teguh pendirian dengan budaya keraton.
apakah kakek saya seorang kafir? bagaimana cara saya mendoakan beliau? saya sangat menyayangi beliau...mengingat begitu baiknya selama hidup....bagaimana ini ustadz? saya bingung,sedih, apa yang harus saya lakukan...?
mohon nasehatnya... terima kasih...

wassalamu'alaikum wr wb.

-- Dessy (Klaten)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wrwb.

Seseorang yang mengaku sebagai seorang muslim, tetapi mengingkari serta tidak mau menjalankan rukun Islam ( sholat, puasa, zakat dan haji ) dihukumi sebagai seorang kafir. Dan apabila ia mati dalam keadaan tetap mengingkarinya, maka tidak berhak untuk diberikan perawatan secara Islam, termasuk tidak diperbolehkan bagi kita untuk mendoakannya ( QS. 9 : 84 ), meskipun selama hudupnya ia berperilaku baik.

Abu Tholib, paman Rasulullah saw dan bapaknya  shahabat Ali, adalah seorang yang perperilaku sangat baik, bahkan ia banyak membantu dan membela Rasulullah saw dalam dakwahnya, tetapi ketika beliau meninggal Rasulullah saw tidak mau merawatnya dan tidak pula mendoakannya

Demikian, Wallahu a'lam bishshawab

Wassalamu 'alaikum wrwb. 



-- Agung Cahyadi, MA